Nasionalisme. KBBI
mengartikan nasionalisme sebagai (1) paham (ajaran) untuk mencintai bangsa
dan negara sendiri;
politik untuk membela
pemerintahan sendiri; sifat
kenasionalan; (2) kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang potensial atau
aktual bersama-sama mencapai,
mempertahankan, dan mengabadikan
identitas, integritas, kemakmuran,
dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan.
Ada beberapa kata kunci
yang bisa kita ambil dari definisi nasionalisme menurut KBBI tersebut : mempertahankan, dan
mengabadikan identitas, integritas,
kemakmuran, dan kekuatan bangsa
semangat kebangsaan. Dan jika memilih salah satu dari sekian kata -penting-
berkaitan dengan nasionalisme tadi, saya akan memilih: kemakmuran.
Tanpa membuka KBBI pun
semua orang akan mengetahui apa yang dimaksud dengan kemakmuran. Kemakmuran
berkaitan dengan kesejahteraan. Dalam teori ekonomi pembangunan, kesejahteraan
atau kemakmuran pada awalnya diidentikkan dengan masalah ekonomi. Negara dengan
tingkat pendapatan perkapita tinggi dianggap lebih sejahtera. Namun kini banyak
pihak menyadari terdapat bias pada pengukuran kesejahteraan melalui ukuran GDP (Gross Domestic Product) Amartya Sen,
Joseph Stiglitz dan Jean-Paul Fitousi dalam buku (yang berasal dari laporan
penelitian) “Mengukur Kesejahteraan” menganggap GDP tidak mampu mengakomodir
ukuran kesejahteraan masyarakat suatu negara. Oleh karena itu, muncullah ukuran
kesejahteraan yang lebih kompleks, tidak hanya meliputi bidang ekonomi seperti
Indeks Pembangunan Manusia (IPM).


