Telah menjadi fakta tak terbantahkan bahwa (hanya) kurang dari setengah dari surat suara yang tersedia yang sah menjadi dukungan untuk calon ketua HMJ IESP UNDIP 2011. Eko Suryanto selaku panitia suksesi HMJ IESP mengungkapkan, dari 450 surat suara yang disediakan panitia, hanya 168 surat suara yang masuk. Apatisme mahasiswa mutlak disalahkan beberapa kalangan dalam hal sedikitnya surat suara yang masuk, pun sedikitnya mahasiswa yang menghadiri kampanye dialogis calon ketua HMJ IESP.
Kurangnya pendekatan personal dan persiapan acara ditengarai berkontribusi terhadap kurang pedulinya mahasiswa dengan suksesi HMJ-nya sendiri. “Mungkin panitianya agak kurang siap. Tahu sendiri, acaranya molor dari dijadwalkan jam 9, mulainya jam 11,” tukas Noor Said, mahasiswa IESP 2010.
Kamis, 29 Desember 2011
Kamis, 23 Juni 2011
APBD Untuk Klub Sepakbola VS Hak Rakyat
Label:
analisisku
Telah bertahun-tahun klub sepakbola Indonesia mengandalkan APBD untuk membiayai biaya operasionalnya. APBD seolah-olah telah menjadi urat nadi yang begitu pentingnya untuk kelangsungan hidupnya. Padahal di satu sisi mereka mengklaim sebagai klub profesional. Namun benarkah sebuah klub dapat dikatakan profesional jika biaya untuk operasionalnya saja klub harus “mengemis” dana rakyat daerah yang seharusnya dialokasikan lebih untuk kesejahteraa rakyat.
Dilihat dari fungsinya, APBD prinsipnya tidak berbeda dengan fungsi APBN. Antara lain fungsi alokasi, distribusi, stabilisasi dan otorisasi. Secara umum, semua fungsi APBD adalah untuk kepentingan rakyat. Namun dilihat dari sisi fungsi, penggunaan APBD adalah untuk kepentingan kelangsungan hidup klub sepakbola tidak berhubungan dengan kesejahteraan rakyat. Inilah yang kemudian menjadi polemik, apakah sebuah daerah harus membiayai klub sepakbola yang berasal dari daerahnya atau tidak.
Apalagi jika realita yang terungkap saat ini adalah penyalahgunaan hibah APBD untuk biaya operasional klub yang malah digunakan untuk mengisi dompet pribadi seperti yang terjadi di beberapa daerah. Tidak cukup sampai disitu. Di beberapa daerah, anggaran dari APBD untuk klub sepakbola malah lebih besar dibanding anggaran untuk koperasi dan UKM. Padahal, justru UKM dan koperasi inilah yang sejalan dengan fungsi asli APBD itu. UKM dan koperasilah yang berperan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat secara umum. Uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan mereka sendiri justru dianggarkan untuk klub sepakbola yang menurut penulis sangat tidak ada hubungannya denga kesejahteraan rakyat. Dan parahnya, dana tersebut tidak sedikit yang disalahgunakan petinggi klub tersebut.
Jumat, 17 Desember 2010
Asinnya laut dan laut yang asin
Label:
share
Kenapa air laut asin? Kenapa air sungai tidak asin?
Sungai tidak asin seperti laut, karena air sungai mengalirkan garam yang dikandungnya ke laut. Ada garam juga di sungai? Sebenarnya, semua air mengandung garam. Hanya saja, air laut lebih asin 220 kali daripada air-air di tempat lain.
Yap, kandungan garam air laut super banyak! Jika garam di laut bisa diangkat ke daratan, maka diperkirakan akan membentuk lapisan setinggi gedung perkantoran 40 tingkat.WOW!
Sedangkan, kandungan garam di sungai sedikit sekali. Makanya, enggak terasa asin. Tapi, biar begitu, justru sungai yang menjadi salah satu penyebab air laut penuh dengan garam.
Rabu, 15 Desember 2010
Taukah anda, ternyata tim nasional Indonesia tercinta kita sudah 2 kali mengikuti Piala Dunia alias FIFA world cup??
Label:
share
Faktanya, Indonesia adalah negara di benua Asia pertama yang ikut Piala Dunia (World Cup) saat pertama kali mengikuti PD.Yaitu pada penyelenggaraan Piala Dunia di Prancis tahun 1938. Tapi keikutsertaan Indonesia waktu itu masih bernama Hindia Belanda (Dutch East Indies). Tetapi pada putaran final Piala Dunia ini Indonesia hanya bertahan di putaran pertama saja setelah takluk dari Hungaria dengan skor 6 – 0. dan yang menjadi juara dunia adala Timnas Italia.
Langganan:
Postingan (Atom)
